Pagi ini mentari bangun pagi-pagi sekali,
dia tersenyum lebaaaaaar sekali sampai silau aku melihatnya
Aku yakin kau pun tersenyum,Langit
Aku tak mau keduluan oleh terik
Karenanya aku berdiri di bawah silau senyum sang raja hari
menikmati mandi cahaya dan peluk sang angin
Tak perlu cemburu,Langit
Karena berdiri di bawah birumu selalu membuatku merasa jatuh cinta
Rabu, 06 April 2011
oooooooooooo
ada banyak biru hari ini,
banget,,,
banyak warna,luas,indah,bikin aku sesak,
bikin aku ga bisa menahan ujung bibirku untuk naik.
banget,,,
banyak warna,luas,indah,bikin aku sesak,
bikin aku ga bisa menahan ujung bibirku untuk naik.
Sabtu, 12 Maret 2011
Sang Ratu
Bulan perak yang muncul di langit barat
menobatkan diri sebagai ratu,
diantara awan senja merah muda
di hamparan biru
Tersenyum anggun,angkuh
Menari diiringi orkestra sunyi
Hanya dirinya
Bersinar
Iri menguap dari kerlap bintang nan kecil
Bukankah seharusnya tidak begitu?
Seharusnya gemintang menari bersamanya
Menjaga kirana di sekitar sang ratu agar tak pudar
agar tak hanya tersisa pendar
menobatkan diri sebagai ratu,
diantara awan senja merah muda
di hamparan biru
Tersenyum anggun,angkuh
Menari diiringi orkestra sunyi
Hanya dirinya
Bersinar
Iri menguap dari kerlap bintang nan kecil
Bukankah seharusnya tidak begitu?
Seharusnya gemintang menari bersamanya
Menjaga kirana di sekitar sang ratu agar tak pudar
agar tak hanya tersisa pendar
Rindu Di Batas Senja
Jika senja adalah senyummu
Maka tak kan kubiarkan tirai malam turun
Biar saja mentari terjaga lebih lama
biar saja dewi malam menunggu,
untuk bermain ayunan di padang angkasa,
Biarkan waktu membeku dalam genggamku,sejenak saja,
agar aku dapat melihatmu lebih lama
melalui bias lingkar keemasan yang menatapku lembut
dari balik cadar kelabu.
Maka tak kan kubiarkan tirai malam turun
Biar saja mentari terjaga lebih lama
biar saja dewi malam menunggu,
untuk bermain ayunan di padang angkasa,
Biarkan waktu membeku dalam genggamku,sejenak saja,
agar aku dapat melihatmu lebih lama
melalui bias lingkar keemasan yang menatapku lembut
dari balik cadar kelabu.
Langganan:
Postingan (Atom)


